Cara Perawatan Sistem Bahan Bakar Mesin Injeksi dengan Pemeriksaan dan Penyetelannya

Cara Perawatan Sistem Bahan Bakar Mesin Injeksi dengan Pemeriksaan dan Penyetelan
Peralatan dan Keselamatan Kerja, untuk melaksanakan kegiatan perbaikan sistem injeksi bahan bakar, terlebih dahulu harus dipahami tentang gejala-gejala yang terjadi sehingga proses pelaksanaan perbaikan akan lebih efisien. Di saumg itu juga harus dipersiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam bekerja serta perlu adanya pemahaman mengenai keselamatan dalam bekerja sehingga tidak mengakibatkan kerugian yang lebih besar.

Alat-alat yang harus tersedia dalam melakukan servis sistem injeksi bahan bakar adalah:
  • Kotak alat
  • Lampu kerja
  • Pengetes CO
  • Takhometer
  • Alat pengangkat
  • Kunci L

Untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan yang dapat merugikan, prosedur keselamatan kerja yang harus diikuti, yaitu sebagai berikut.
  1. Perhatikan persyaratan penyetelan yang harus dilaksanakan. Misalnya, persyaratan penyetelan idle, dimana celah katup dan saat pengapian harus disetel lebih dulu dan saat penyetelan harus dilakukan pada temperatur kerja yang normal.
  2. Perhatikan spesifikasi dari pabrik, khususnya pada motor yang dilengkapi perlengkapan tambahan seperti AC, kemudi servo, dan lain-lain.

Pemeriksaan dan Penyetelan Sistem Bahan Bakar Mesin EFI


Udara Palsu

Pengontrolan udara palsu dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
  • Periksa secara visual terhadap semua selang/sambungan sistem pengisapan. Apabila kondisi selang kurang baik (keras, retak, dan lain-lain), harus diganti dengan yang baru.
  • Perhatikan juga kedudukan dan pengerasan klem-klem pada setiap saluran.
  • Periksa kerapatan tutup oli motor dan batang pengukur oli, longgarnya tutup oli dan batang pengukur oli akan menyebabkan pengisapan udara palsu melalui sistem ventilasi karter. Udara palsu yang masuk setelah pengukur jumlah udara mengakibatkan kesalahan pada perbandingan campuran.

Sistem Pengaliran Bensin


Pengontrolan sistem pengaliran bensin dilakukan dengan memeriksa :

Kerapatan sistem pengaliran bensin pada waktu motor hidup. Perhatikan kondisi sambungan-sambungan pompa bensin, saringan bensin, dan pipa pembagi bahan bakar ke masing-masing injektor.

Kondisi selang vakum pada katup pengatur tekanan bahan bakar yang terletak pada pipa pembagi bahan bakar. Apabila selang vakum bocor, tekanan bahan bakar menjadi terlalu tinggi. Oleh karena itu, jumlah penyemprotan akan naik sehingga pemakaian bensin menjadi boros.

Pengabelan

Lakukan pemeriksaan secara visual terhadap dudukan dan kondisi steker-steker pengabelan pada motor. Apabila pompa bensin di luar tangki, kontrol/bersihkan terminal-terminal listriknya secara rutin.

Katup Pengatur Udara Tambahan

Katup pengontrol udara tambahan digunakan untuk memberi udara tambahan pada saat motor dingin agar terjadi kenaikan putaran (putaran start dingin). Pada saat motor mencapai temperatur kerja, katup tersebut harus menutup saluran udara tambahan. Pemeriksaan katup pengatur udara tambahan dapat dilakukan dengan langkah menghidupkan motor sampai mencapai temperatur kerja. Periksa katup pengatur udara tambahan dengan cara menjepit selang udara tambahan. Jika terjadi perubahan putaran motor (lebih dari 150 rpm), berarti katup tersebut mengalami kerusakan dan harus diganti.

Putaran ldle

Apabila putaran idle tidak sesuai, kita dapat melakukan penyetelan sekrup penyetel putaran idle yang terletak di rumah katup gas pada Ujung manifold. Sekrup tersebut digunakan untuk mengatur aliran udara dalam sebuah saluran by-pass katup gas.

Adanya udara palsu akan menyebabkan putaran idle tidak stabil. Oleh karena itu, pengecekan ulang terhadap kerapatan saluran masuk harus dilakukan.

Campuran ldle

Sekrup penyetel campuran idle terletak pada pengukur jumlah udara (yang terpasang di antara saringan udara dan katup gas). Sekrup penyetel ditutup dengan pasak plastik. Pemutaran sekrup ke arah luar berarti campurannya menjadi kurus, dan memutar sekrup ke arah dalam berarti campuran menjadi kaya. Pasang pengetes CO dan ukur persentase CO pada gas buang. Biasanya campuran idle yang tepat menghasilkan CO sekitar 1,5-2,5%.

Persentase CO dalam idle dapat berubah-ubah, apabila nosel injeksi yang tidak tepat. Jenis injeksi L yang lama juga mempunyai satu injektor khusus untuk start dingin yang dipasang pada saluran utama manifold . Cara mengontrol dengan melepas seluruh injektor, tetapi masih berhubungan dengan saluran bensin. Kunci kontak ”on” agar sistem pengaliran memiliki tekanan. Apabila ada kebocoran bensin yang melebihi satu tetesan tiap menit (pada ujung nosel), injektor harus diganti. Jika persentase CO tidak dapat disetel, kemungkinan penyebabnya sebagai berikut.
  • Campuran yang terlalu kurus, maka periksa kembali udara palsu.
  • Campuran yang terlalu kaya, maka lepas rumah saringan udara dan periksa apakah katup udara di dalam pengukur jumlah udara tidak macet / dapat bergerak.

Saringan Bensin

Injeksi L dilengkapi dengan saringan bensin halus yang harus diganti setiap 40.000 km. Penggantian saringan bensin tersebut harus dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut.
  1. Untuk mencegah pemompaan bensin selama saringan terlepas, terminal negatlf batera1 harus dilepas terlebih dahulu. .
  2. Sistem pengaliran bensin selalu mengandung tekanan. Sediakan bak untuk menylmpanbensin yang keluar pada saat saringan bensin dikendorkan dan hindari terjadinya cipratan bensm yang mengarah ke mata.
  3. Perhatikan arah pemasangan saringan dan usahakan kotoran tidak masuk ke saluran yang menuju ke motor.
  4. Setelah selesai, hindari kebocoran sambungan-sambungan yang telah dilepas pada waktu motor dihidupkan.

Air pada Bensin

Unit pembagi injeksi K merupakan alat dengan ketelitian tinggi. Silinder dengan celah-celah pembagi dan torak pengaturnya dikerjakan dengan toleransi dalam tingkat beberapa  μm (1  μm : 1 / 1000 mm). Air di dalam bensin menimbulkan korosi yang dapat mengakibatkan torak pengatur macet atau berjalan berat dan pembagian bensin ke masingmasing silinder tidak bisa merata. Untuk itu, BOSCH menganjurkan pemasangan tambahan pemisah air (sedimenter) seperti yang dipasang pada motor diesel. Air tersebut harus dibuang setiap kali kendaraan telah menempuh jarak sejauh 10.000 km.

Demikianlah Cara Perawatan Sistem Bahan Bakar Mesin Injeksi dengan Pemeriksaan dan Penyetelan, Semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Cara Perawatan Sistem Bahan Bakar Mesin Injeksi dengan Pemeriksaan dan Penyetelannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel