Penjelasan Lengkap Fungsi Dan Cara Kerja Motor Starter Mobil Dan Motor

Mesin membutuhkan sistem yang mampu memberikan gerak putaran awal untuk melakukan proses start menghidupkan mesin. Mesin akan hidup setelah melakukan siklus operasi langkah Isap, Kompresi, Usaha dan Buang secara berulang-ulang sebagai proses pembakaran pendahuluan. Setelah proses pembakaran di dalam mesin terjadi dengan sempurna maka mesin dapat bekerja tanpa bantuan sistem penggerak putaran awal lagi. Sistem yang digunakan untuk memberikan putaran awal pada saat start menghidupkan mesin adalah sistem starter.

Baca juga : 

Prinsip kerja sistem starter adalah mengubah energi listrik dari baterai menjadi energi mekanik untuk selanjutnya memutar poros engkol melalui fly wheel saat pertama kali mesin dihidupkan. Sistem starter harus memenuhi beberapa ketentuan untuk mampu melaksanakan fungsinya dengan baik, antara lain :
1. Sistem starter harus memiliki sumber arus listrik yang memadai selama sistem kerja.
2. Motor starter harus membangkitkan momen puntir yang besar untuk memutar fly wheel.
3. Motor Starter harus mampu memberikan kecepatan minimal putaran awal saat mesin dihidukan kurang lebih sebesar 40 sampai dengan 60 rpm putaran poros engkol. Kecepatan minimum yang diperlukan untuk menghidupkan mesin berbeda-beda tergantung dari konstruksi dan kondisi kerja mesin.


Mesin baru bisa beroperasi apabila kecepatan putaran awalnya sudah mencapai putaran minimum. Apabila kecepatan putaran awalnya kurang dari batasan tersebut maka mesin akan sulit untuk hidup dikarenakan:
1. Proses pengabutan bahan bakar di saluran venturi berlangsung tidak sempurna. Putaran mesin yang rendah mengkibatkan jumlah campuran udara dan bahan bakar  yang masuk ke dalam silinder pada saat langkah hisap menjadi sedikit sehingga kecepatan aliran udara pada bagian venturi menjadi rendah. hal ini berakibat pada kurang sempurnanya proses pengabutan bahan bakar pada saluran venturi.
2. Putaran yang rendah berakibat pada temperatur dalam silinder mesin yang rendah pula. Bahan bakar yang dikabutkan disaluran venturi masuk kesilinder berupa butiran-butiran yang sangat kecil, butiran-butiran ini mengalami penguapan selama proses langkah isap hingga langkah kompresi berakhir. Temperatur yang rendah pada ruang silinder mesin akan mengakibatkan terhambatnya proses penguapan dan temperatur campuran udara dan bahan bakar terkompresi pada akhir langkah kompresi juga rendah. Hal ini akan menyebabkan campuran bahan bakar dan udara yang di kompresikan tersebut sulit untuk terbakar oleh nyala bunga api busi.
3. Putaran motor starter rendah berakibat pada meningkatnya konsumsi arus listrik yang besar pada motr starter, hal ini akan mengurangi jumlah arus listrik yang mengalir pada sistem pengapian. Kurangnya arus yang mengalir pada kumparan primer koil pengapian menyebabkan besarnya induksi tegangan kumparan sekunder tidak mampu membangkitkan percikan bunga api listrik pada celah busi.

Belum ada Komentar untuk "Penjelasan Lengkap Fungsi Dan Cara Kerja Motor Starter Mobil Dan Motor"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel