Kerusakan Yang Sering Terjadi Pada Mobil Injeksi EFI dan Cara Memperbaikinya

Kerusakan Yang Sering Terjadi Pada Mobil Injeksi EFI dan Cara Memperbaikinya
Mendeteksi Letak Kerusakan yang Terjadi, mencari letak kerusakan mesin-mesin EFI dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan murah, yaitu dengan mencari soket DLC (Data Link Conector) kemudian men-jumper-nya. Putar kunci kontak ke posisi on (mesin dalam keadaan mati), kemudian perhatikan kedipan yang terjadi. Kedipan tersebut menandakan kondisi mobil yang terjadi dan dapat ditentukan daerah mana yang mengalami gangguan (rusak). Namun untuk menggantinya, harus dilakukan pengetesan kondisi sensor dulu dan mengetes tegangan yang masuk sensor serta melihat kondisi soketnya.

Filter Udara Kotor Dapat Memengaruhi Tarikan Mobil

Mobil akan cenderung boros dan kurang nyaman pada saat akselerasi apabila filter udara kotor (tersumbat). Untuk itu, bersihkan filter udara setiap ganti oli mesin atau sekitar 5.000 km.

Mengganti Idle Air Control yang Rusak dengan Idle Up Biasa

Apabila Idle Air Control atau sering disebut servo pada mesin-mesin injeksi rusak, dapat diganti dengan idle up biasa. Akan tetapi, dibutuhkan daya kreatif untuk membuat dudukan idle up agar berfungsi dengan normal. Idle up tersebut juga harus dihubungkan dengan AC dan power steering agar hasilnya lebih maksimal.

Memperbesar Lubang Intake Manifold

Memperbesar lubang intake manifold dan exhaust manifold dalam dunia balap disebut porting. Memperbesar lubang tersebut berarti menyediakan volume udara yang lebih banyak sebelum dihisap ruang bakar. Oleh karena itu, udara yang dikompresikan mesin lebih banyak dan pada akhirnya daya yang dihasilkan mesin juga lebih besar seperti pada mesin-mesin yang dilengkapi dengan turbo.

Pressure Regulator Rusak

Apabila pressure regulator rusak, yang terjadi adalah tekanan bensin tidak bisa teratur mengikuti tekanan vakum di intake manifold. Oleh karena itu, mobil tidak bisa idle atau idle-nya tidak stabil. Untuk itu, perlu dilakukan penggantian pressure regulator yang rusak tersebut agar idle bisa sempurna.

Ketidakstabilan RPM Pada Saat Akselerasi

Pada saat akselerasi kemudian tiba-tiba pedal gas diinjak, rpm tidak mau naik lagi tapi justru turun (drop), tetapi mesin tidak mati. Apabila terjadi kondisi seperti di atas, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap aliran bensin, mulai dari saringan yang ada di dalam tangki sampai pressure regulator.

Menghemat Bensin pada Mobil EFI

Pada dasarnya mobil EFI sudah mengalami standardisasi dalam hal pengonsumsian bensin. Apabila kita menginginkan penghematan, dapat dilakukan dengan mencari variabel sensor (untuk Honda Genio terletak di dalam ruang pedal gas sedang Toyota terletak di ruang mesin) Variabel resistor jika diputar searah jarum jam, konsumsi bensinnya akan lebih boros dan jika diputar berlawanan arah jarum jam akan lebih irit. Apabila saat penyetelan tidak tersedia CO meter, setiap kali memutar variabel sensor harus dicoba dulu.

Saat Pagi Hari Mobil Susah Hidup 

masalah pada sistem efi

Pada saat mesin dingin atau panas semua sensor memberikan informasi ke ECU, baik tekanan udara, suhu udara, maupun suhu air pendingin. ]ika mesin susah dihidquan saat mesin dingin dan gambar indikator MIL tidak menyala, bisa dipastikan tidak ada kerusakan pada sensor

Biasanya hal ini yang mengalami masalah adalah pada bahan bakar yang kembali ke tangki bensin setelah mesin dimatikan. Dengan kata lain, katup yang berada di pompa bensin sudah tidak mampu menahan bahan bakar sehingga bensin kembali ke tangki.

Mendiagnosis injeksi Mobil Honda

Apabila mesin tiba-tiba tidak hidup ketika distarter atau tiba-tiba lampu cek engine yang bergambar mesin warna kuning menyala saat mengendarai mobil, langkah yang harus dilakukan adalah mencari soket DLC yang terletak di bawah laci sebelah kiri dengan warna konektor biru dan ditutup oleh semacam karet warna hijau. 

Cari soket dengan 2 pin (3 pin untuk diagnose dengan scanner), kemudian jumper kedua pin tersebut. Putar kunci kontak ke posisi on (mesin dalam keadaan mati). Perhatikan lampu cek engine memberikan kedipan atau tidak. Kedipan pada kendaraan yang masih menggunakan type DLC OBD1 (On Board Diagnostic Level 1/mobil tahun 1996), biasanya muncul dalam 2 kode error (2 digit). Contoh : 41, 32, 12, dan seterusnya. 

Kedipan pada mobil yang sudah menggunakan type DLC OBD2 (On Board Diagnostic Level 2/ mobil setelah 1996) akan muncul dalam 4 kode error (4 digit). Contoh: P0106, P0107, P0113, dan seterusnya (P: Powertrain). 

Apabila muncul kedipan tidak konstan (misal 14, 41, 12, 11, 1, 4, 8 dan seterusnya), kemungkinan sensor mobil tidak bekerja dengan baik yang disebabkan oleh soket sensor yang rusak, kotor, atau memang rusak. Setelah mengetahui sensor mana yang rusak, periksa kembali soket 2 tersebut dan coba bersihkan soket beserta sensornya. Pasang kembali, cabut kabel fuse engine sekitar 1 menit (minimum) dan pasang kembali, kemudian coba self diagnose kembali. 

Kode Kedipan
Lokasi Kerusakan
1
Primary oxygen sensor (HO2S) (sensor 1)
2
Rear heated oxygen sensor
3
Manifold absolute pressure sensor (MAP)
4
Crankshaft position sensor (CKP)
6
Engine coolant temperature (ECT) sensor
7
Throttle position sensor
8
Top dead center position sensor (TDC)
9
No. 1 cylinder position sensor (CYP)
10
Intake air temperature (IAT) sensor
12
Exhaust gas recirculation (EGR) system
13
Barometric pressure (BARO) sensor
14
Idle air control (IAC) valve
15
Ignition output signal
16
Fuel injector
17
Vehicle speed sensor (VSS)
20
Electric load detector
30
A/T Fl signal A
31
A/T FI signal B
41
Oxygen sensor heater
43
Fuel supply system

Me-reset Kerusakan Mesin EFI (Daihatsu, Suzuki, Toyota) setelah Dilakukan Perbaikan

Me-reset ECU/ECM setelah diadakan perbaikan harus dilakukan agar ECU/ECM sudah tidak menyimpan lagi memori kerusakan yang pernah terjadi. Apabila lupa me-reset kerusakan tersebut pada waktu men-jumper DLC, kedipan dari kerusakan terdahulu akan muncul kembali sehingga akan membingungkan saat terjadi kerusakan yang lain lagi. Cara me-reset dilakukan dengan melepas salah satu kabel accu selama 20 detik. 

Memeriksa Resistensi Sensor Level Bensin (Fuel Sender Gauge) Mobil BMW

Sebelum memeriksa resistensi sensor level bensin, terlebih dahulu kita harus mencabut kabel negatif accu agar aman. Penempatan FSG untuk E34 di bagasi belakang, buka karpetnya, buka 

sekrup-sekrup penutup FSG dan fuel pump, buka soket electrical-nya, dan cabut selang bensin (jangan sampai tertukar saat mengembalikan). 

Beberapa jenis mobil BMW ada yang menggunakan 2 FSG namun ada pula yang hanya menggunakan satu FSG.

Ketidakstabilan RPM Mobil Mitsubishi

Sebagian besar montir bengkel mengira rpm yang naik turun disebabkan oleh servo (idle speed control servo) sebagai penyebabnya, namun sebenarnya banyak masalah yang menyebabkan kerja servo menjadi tidak benar seperti yang dilaporkan oleh alat check ECU (MUT). Hal-hal yang harus dirawat dan dijaga agar masalah tersebut teratasi sebelum mengganti servo adalah: 

  • Bersihkan dan ganti air filter secara teratur 
  • Jaga kebersihan air flow sensor unit dari debu dan kotoran lainnya
  • Pastikan sensor-sensor dalam kondisi baik dan terpasang dengan benar
  • Jaga kebersihan bagian dalam throttle body, fuel injector, dan EGR valve.
  • Pastikan selang-selang vakum dalam kondisi baik dan terpasang dengan benar.
  • Jaga kebersihan servo.
  • Periksa kondisi dan kebersihan CV (Positive Crankcase Valve). 

Cara Menurunkan rpm Stasioner Great Corolla

Menurunkan rpm stasioner pada Great Corolla dapat dilakukan pada throttle body (tempat bukaan/skep gas yang terpasang pada intake manifold). Lepaskan throttle body dari intake manifold, kemudian balik posisinya. Hadapkan ke atas tempat menempelnya selang air. Perhatikan di dekat Pipa saluran air ada lubang kecil yang ditutup lem atau segel. Bersihkan segel tersebut sampai kepala baut segi enam (kunci L) terlihat. Kendorkan baut tersebut, tetapi jangan sampai terlepas_
Pasang kembali throttle body pada intake manifold dan pasang semua selang-selang, kemudian hidupkan mesin mobil. Apabila rpm-nya kurang, putar kembali baut segi enam sampai tercapai rpm yang diinginkan. Tutup kembali lubang baut segi enam menggunakan lem.

Saat Panas Genio Susah Hidup

Perhatikan indikator MIL. Jika indikator menyala, berarti ada masalah pada sensor. Pada saat panas mesin tidak terlalu banyak memerlukan bensin seperti pada saat mesin dingin. ]ika sensor air pendingin rusak, komputer seakan-akan membaca suhu mesin dingin sehingga ECU memerintahkan injektor menyemprotkan bensin relatif banyak dan menyebabkan mesin justru tidak bisa hidup karena campuran bensin dan udaranya terlalu kaya.

Penyuntikan Injektor

Injektor-injektor yang digunakan pada mobil banyak diproduksi oleh Bosch, Lucas, Weber, Nippon, Denso, Siemens ]ecs, Nikki, Rochester, Bendix, dan lain sebagainya. 

Arah semprotan injektor yang baik adalah yang lurus dan berkabut, kecuali pada Mitsubishi Lancer. Arah semprotan injektor Mitsubishi Lancer agak miring karena dibelokkan oleh lubang injektornya sendiri karena disesuaikan dengan konstruksi ruang bakarnya, sehingga terbedakan dengan warna body injektor.

Belum ada Komentar untuk "Kerusakan Yang Sering Terjadi Pada Mobil Injeksi EFI dan Cara Memperbaikinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel